REUNI: Suka Duka Mengadakan Reuni Alumni SMAN 1 Bojonegoro Lulusan 1971
MENGADAKAN reuni alumni SMAN 1 Bojonegoro lulusan 1971 sudah saya lakukan sejak 1972. Kebanyakan memakai uang pribadi. Saya dan dibantu seorang teman berkeliling kota Bojonegoro memberitahukan acara-acara reuni baik berupa rekreasi maupun pertemuan di rumah. Tidak ada motivasi cari uang. Saya suka bergaul, berteman dan menginginkan agar teman-teman bisa saling berkomunikasi.
Itu tak hanya saya lakukan untuk SMAN 1 Bojonegoro, tetapi juga SMAN 4 Surabaya (kelas 2 saya di sini) dan SMAN 6 Surabaya (kelas 3 saya di sini). Bahkan sewaktu kuliah di UI,UGM,Trisakti,ABAJ dll saya juga aktif termasuk juga sebagai sekretaris senat mahasiswa dan ketua BPM (semacam BEM). Kemudian bekerja sebagai staf ahli di bidang oorganisasi BUMN.
Khusus SMAN 1 Bojonegoro, saya mengadakan reuni sejak 1972 hingga 1995. Terakhir di rumah saya di Kompleks Perumahan Pondok Hijau, Bekasi Timur. Masih ada acara kumpul-kumpul tetapi kecil-kecilan saja hingga tahun 2000.
Tiba-tiba, kegiatan saya diambil alih begitu saja. Saya tidak diajak bicara. Bahkan selanjutnya saya diposisikan sebagai peserta saja. Tentu, sikap yang demikian membuat saya sangat tersinggung. Namun selama ini saya mencoba memendam perasaan itu.
Rasa ketersinggungan saya memuncak ketika usul saya agar alumni mengadakan acara Pensiun Bersama ke Bali ditolak mentah-mentah. Seolah-olah saya yang pernah mengadakan tour ke Bali SMAN 6 Surabaya dan FE Usakti dianggap tidak mampu. Bahkan di Jakarta, melalui club saya, Exodus Club, hampir tiap bulan mmengadakan acara rekreasi ke Selabintana, TMII, Tangkuban Perahu, Pelabuhan Ratu, dan puluhan objek wisata lainnya. Kadang kerjasama dengan pihak lain dan disponsori pihak lain.
Sebagai aktivis mahasiswa,saat itu, juga sering mengadakan rekreasi, berkemah dan lain-lain. Jadi, gagasan ke Bali yang ditolak mengesankan usul saya usul sampah. Menganggap usul saya tidak realistis. Menganggap suara saya tak ada artinya. Bahkan terkesan saya tidak berhak bersuara.
Tentu, saya sebagai pelopor reuni alumni SMAN 1 Bojonegoro berhak tersinggung atas sikap teman-teman seperti itu. Dan tersinggung adalah hak saya. Saya cuma ingin mengingatkan bahwa apa yang dilakukan teman-teman selama ini salah, melangkahi saya dan menyinggung perasaan saya. Saya tak pernah diajak bicara.Itu harus dipahami.
Saya bukan orang bodoh.Kalau saya bodoh saya tidak mungkin sanggup kuliah di 6 (enam) perguruan tinggi sekaligus. Saya tidak butuh nasehat atau saran ddari teman-teman sebab saya mampu berpikir sendiri. Saya tahu mana yang benar dan mana yang tidak benar
Artikel ini saya muat di 10 akun FB milik saya dan saya muat di 10 website/blog milik saya.
Hariyanto Imadha
Pelopor reuni
SMAN 1 Bojonegoro
Lulusan 1971
